Selasa, 28 Juni 2016

Tips Praktis Benahi Rumah Pasca Pesta


Anda yang gila pesta terkadang lebih merasa nyaman saat menggelar pesta di rumah sendiri. Namun, hal yang paling tidak menyenangkan sehabis menggelar pesta di rumah adalah kondisi rumah yang jadi berantakan.

Kesenangan yang terjadi semalam suntuk bisa berubah drastis saat Anda melihat tumpukan piring, barang-barang yang berserakan, dan sampah dimana-mana.

Guna mengatasi hal tersebut, ada tips praktis dan cepat untuk membersihkan rumah usai berpesta. Rumah Anda akan terlihat rapi kembali tanpa harua menguras banyak tenaga dan waktu untuk membereskannya.

Apa saja yang harus dilakukan?

1. Prioritaskan Mana yang Penting
Anda harus menentukan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Jika prioritas Anda "kekacauan" yang ada di dapur, maka Anda bisa mencuci piring terlebih dulu. Kemudian, lanjut menyapu lantai, membersihkan ruangan dari sampah, sisa makanan, dan lain sebagainya.

2. Bereskan Satu per Satu
Prioritas tadi bisa dipusatkan pada ruangan secara satu persatu. Misalnya, dapur dulu, baru kemudian ruang tamu, dan ruangan selanjutnya.



3. Bersihkan Kamar Mandi
Ruangan ini perlu perhatian yang lebih. Banyak tamu yang menggunakan kamar mandi berarti perlu sterilisasi yang maksimal. Cara tercepat ialah dengan menyemprotkan cairan disinfektan pada toilet, lantai keramik, dan bagian lain yang perlu dibersihkan. Setelah itu, diamkan beberapa menit agar bahan kimia tersebut bekerja sehingga proses menyikat menjadi lebih mudah. Baru kemudian, Anda bisa bilas.

4. Bagi Anda yang Pemalas...
Terkadang Anda benar-benar sudah malas atau kelelahan untuk membereskan rumah, maka triknya adalah dengan take and hide. Maksudnya, Anda mengambil barang-barang yang terlihat berantakan, kemudian Anda sembunyikan sementara di tempat tertentu agar rumah Anda tidak terlihat berantakan seusai pesta. Tapi tips terakhir ini sama sekali tidak kami anjurkan.

Punya Rumah Baru? Ini Tips Hemat untuk Tata Interior


Memiliki rumah baru tentu memberikan perasaan yang berbeda, terutama bagi pasangan yang baru menikah karena akhirnya bisa merasa lebih bebas setelah bisa terlepas dari rumah orangtua atau rumah sewa.

Untuk itu, buatlah kesan agar rumah baru mewakili kebutuhan dan selera yang diinginkan. Berikut beberapa tips mudah untuk memulai mendekorasi rumah baru Anda:

1. Bereskan barang-barang di rumah lama
Sebelum berencana pindah ke rumah baru, Anda harus mulai merapikan tempat tinggal yang sebelumnya dengan mengemas berbagai barang ke dalam satu kotak kardus. Ini merupakan langkah awal untuk mempermudah proses packing. Jika ternyata setelah proses ini barang-barang Anda masih terlihat sangat banyak, Anda bisa membuka garage sale atau forum marketplace.

2. Mulai dari tempat tidur
Kamar tidur menjadi tempat dimana Anda menghabiskan hampir sepertiga waktu saat berada di rumah. Dengan bugdet yang terbatas, pertimbangkan untuk membeli kasur yang baru. Tidak ada salahnya juga memberikan sentuhan berbeda pada warna cat dinding. Untuk Anda yang morning person, pilih warna-warna ceria yang cerah. Sementara untuk Anda yang hobi begadang di malam hari, warna yang gelap cocok untuk dipilih.

3. Jangan beli semuanya secara bersamaan
Setidaknya, tinggali rumah baru Anda dalam jangka waktu dua bulan sebelum mulai merenovasi rumah dengan budget yang mahal karena akan ada perbedaan penting antara bayangan Anda tinggal di rumah baru dengan perasaan Anda setelah benar-benar meninggali rumah tersebut.



4. Tahan godaan untuk membeli satu set furnitur
Toko ritel seringkali menyajikan tampilan furnitur yang dijual dalam satu set. Mereka begitu ingin menggoda Anda agar membeli semuanya dalam satu set. Beberapa barang yang ditata dalam satu gaya sudah cukup menarik untuk dilihat, namun jangan sampai rumah Anda nampak seperti menjadi showroom. Pastikan Anda memiliki ciri khas gaya tersendiri dan jangan takut untuk lakukan mix and match sesuai selera.

5. Pecahkan masalah tanpa biaya lebih
Usahakan semua daur ulang dekorasi yang Anda lakukan tidak memakan banyak biaya. Jika lemari dapur Anda terlihat membosankan, maka ubah warna lemari cat agar telihat lebih segar. Namun, jangan beli cat kayu dengan harga yang mahal. Contoh lain sangat mudah jika ingin mengubah penampilan kamar mandi. Caranya cukup dengan mengubah warna lampu dengan model yang sedikit lebih unik atau menambahkan saklar lampu untuk membuat suasana lebih redup sesuai keinginan.

Yuk, Intip Cara Menata Rumah Kontrakan


Bagi Anda yang saat ini masih tinggal di rumah kontrakan, kerap mendatangkan dilema tersendiri: bagaimana menata rumah yang bukan milik sendiri agar sesuai dengan aturan si pemilik rumah?

Anda kerap ingin mendekorasi ulang sesuai selera, tetapi sang pemilik rumah tidak memperbolehkannya dan meminta Anda untuk menjaga kondisi asli bangunan.

Bukan berarti rumah yang Anda sewa tidak bisa dihias saat Anda menghuninya. Ada beberapa cara agar rumah kontrakan bisa Anda ubah dekorasinya tanpa mengubah bentuk rumah secara permanen. Berikut tips-tipsnya:

1. Jika Anda menginginkan ruangan tambahan, Anda bisa membuatnya dengan menggunakan triplek sebagai penyekat ruangan. Pasang triplek dengan rapi sehingga membuatnya tidak jauh berbeda dengan dinding tembok. Atau Anda bisa juga menggunakan tirai yang mudah dilepas saat masa sewa selesai.

2. Banyak rumah kontrakan yang tidak memperbolehkan Anda untuk memaku tembok karena alasan tidak ingin rusak. Solusi bagi Anda yang ingin menghias dinding bisa dilakukan dengan menggunakan stiker atau wallpaper dinding yang tidak meninggalkan bekas saat dilepas.

3. Untuk mengubah pencahayaan di dalam rumah kontrakan, Anda bisa dengan menggunakan lampu portable, seperti lampu dinding, lampu duduk, atau lampu berdiri dengan desain yang menarik.



4. Tampilan lantai yang monoton juga bisa Anda ubah dengan memasang karpet atau tikar yang Anda sukai.

5. Bagi Anda yang senang bertanam tanaman menanam tanaman hias, Anda bisa menggunakan pot cantik sehingga mudah dipindahkan ke rumah baru saat masa sewa rumah berakhir.

Menyiasati Rumah Mungil Agar Terkesan Luas


Memiliki rumah yang mungil sering membuat orang pusing kepala karena ruangan yang sempit kerap menjadi kendala dalam menata rumah.

Padahal, rumah mungil tidak akan menjadi kaku, sumpek, dan sempit asal Anda cermat dalam memilih dan menempatkan furnitur dan perabotan agar memiliki kesan yang luas dan nyaman.

Di sini Anda perlu berpikir secara praktis dan kreatif dengan menyiasati ruangan yang ada.

Contohnya, apabila Anda memiliki dua buah hati, Anda bisa menyatukan kamar mereka dan mempergunakan tempat tidur tingkat yang cenderung menghemat ruang.

Jika Anda memiliki banyak koleksi buku dan mainan, Anda bisa menggunakan storage atau laci-laci kecil yang diletakkan di bawah tempat tidur karena selain menghemat ruang, juga akan menghindari kesan berantakan.

Penggunaan perabot yang berukuran sedang juga akan menimbulkan kesan luas pada rumah anda yang mungil.



Anda bisa memanfaatkan furnitur built-in yang dirancang dari awal pembangunan. Gunakan juga warna terang untuk membuat ruangan terasa lebih luas.

Anda juga bisa menerapkan multifungsi ruangan. Apabila tidak mempunyai ruangan untuk keluarga, Anda bisa menggabungkannya dengan ruang tamu atau ruang makan.

Menggunakan sistem dinding terbuka pun baik, agar ruangan terlihat lebih luas. Misalnya, membuka sekat dinding antara dapur dengan ruang makan.

Resep Membeli Rumah untuk Investasi


Investasi properti masih terus dipercaya sebagai sektor paling strategis untuk para investor menjaga asetnya agar terus berkembang. Dengan permintaan yang tinggi dan persediaan yang terbatas, harga jual bisa terus melonjak dalam waktu yang relatif singkat.

Maka tak heran banyak orang yang berencana untuk menjual rumahnya dalam jangka waktu panjang. Tak cukup sampai d isitu, bisnis sewa properti juga menjadi bidikan oleh para investor.

Sayangnya, banyak pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara untuk mendapatkan return-of-investment atau balik modal dalam waktu cepat. Cermati tujuh tips seperti dikutip dari liputan6.com, sebelum Anda siap membeli properti untuk disewakan:

1. Lakukan riset pasar
Jika Anda berencana membeli properti untuk disewakan, pahami dulu tren pasar yang sedang berlangsung. Buka mata Anda lebih lebar, pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi dengan para ahli.

Semakin banyak riset yang dilakukan maka kesempatan bisnis Anda berhasil akan semakin besar. Misalnya pada 2015 kondisi perekonomian disusul properti sedang mengalami kelesuan, maka ini saat yang tepat untuk Anda memanfaatkan potongan harga dan promo sebanyak-banyaknya.

Biasanya di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli, pengembang akan berupaya menarik minat konsumen.

2. Pilih lokasi yang prospektif
Istilah prospektif bukan tak harus selalu identik dengan kisaran harga sangat mahal ataupun sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan daerah dimana banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan.

Carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial, ataupun dekat dengan transportasi umum seperti commuter line, sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan.

Anda harus menyocokkan bujet yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari banyak orang untuk bertempat tinggal.

3. Konsultasi sebelum ajukan KPR
Untuk menemukan pinjaman kredit pinjaman rumah atau KPR, Anda perlu melakukan pemilihan lembaga perbankan yang tepat. Tidak ada salahnya untuk Anda berkonsultasi dengan broker independen untuk mencari bank yang di rekomendasikan.



Biasanya mereka tak hanya sekadar memberi informasi promo KPR dan beberapa bank, namun juga memberi gambaran plus minus yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

4. Jangan terlalu ambisius – tetap berpatokan pada rental yield
Berdasarkan pengalaman para jutawan properti, Anda harus memahami bahwa bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan tinggi setiap bulannya. Begitu pula ketika Anda hendak menentukan tarif sewa yang sesuai.

Umumnya, cara paling tepat untuk memberikan banderol harga adalah dengan berpatokan pada rental yield. Rental yield adalah pemasukan per tahun yang didapat berbanding dengan harga jual.

Contohnya, di daerah Ciputat rental yield rata-rata adalah 5 persen. Maka dengan harga jual Rp500 juta, harga sewa yang pantas adalah Rp25 juta per tahun.

Meski begitu, Anda bisa menambah harga sewa tersebut sedikit lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumahnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya cicilan dan perawatan rumah yang harus digabungkan dalam harga final harga sewa.

5. Pertimbangkan lokasi di luar area tempat tinggal
Kebanyakan investor mencari properti yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal. Sayangnya, tidak semua lokasi yang dekat tempat tinggal adalah tempat yang prospektif.

Poin plusnya, mungkin Anda bisa dengan mudah mengecek kondisi bangunan setiap saat. Namun tugas tersebut sebenarnya bisa Anda serahkan kepada agen properti.

Coba lirik area yang lebih luas dari tempat tinggal Anda, cara ini juga akan memberi nilai yang lebih aman untuk aset investasi.

6. Lakukan penawaran harga
Sebagai investor yang membeli properti untuk disewakan, Anda harus melakukan negosiasi harga seperti halnya menjadi pembeli properti pertama kali. Lakukan penawaran harga yang rendah dan jangan dengan mudah meninggikan peanwaran.

Ada banyak cara untuk memahami pasar sebelum melakukan negosiasi. Perkaya pengetahuan Anda seputar prospek dan kenaikan harga di kawasan tersebut.

7. Pilih pakai jasa agen atau tidak
Membeli sebuah properti hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda harus memasarkan unit rumah tersebut untuk kemudian disewakan dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Untuk urusan ini Anda lagi lagi bisa menyerahkan tugas kepada agen properti, namun mereka akan mengenakan sejumlah biaya untuk beriklan.

Anda bisa saja menghemat bujet dengan melakukan renovasi rumah sendiri, mengiklankan rumah untuk disewa, namun tugas ini akan membutuhkan waktu ekstra.

Tips dan Trik Saat Hendak Menjual Properti Anda


Agar properti yang Anda jual dapat diketahui dan diminati calon pembeli, Anda membutuhkan strategi pemasaran.

Menurut motivator dan investor properti, Tung Desem Waringin, tidak semua strategi pemasaran cocok untuk mengembangkan bisnis properti. “Anda harus mengetahui dan menjalankan beberapa strategi pemasaran properti yang tepat,” kata Tung.

Berikut ini lima strategi pemasaran properti yang tepat:

1. Manfaatkan media promosi yang cukup efektif
Melakukan promosi melalui beberapa media dan kegiatan yang familiar di lingkungan masyarakat. Anda juga bisa melakukannya melalui iklan di media massa seperti koran, tabloid, majalah serta radio.

2. Produk berkualitas

Sebaiknya perhatikan kebersihan lingkungan sekitar, faktor pencahayaan serta pemandangan alam di sekelilingnya, kelengkapan legal document (sertifikat dan izin mendirikan bangunan), serta jaminan kenyamanan dan keamanan bagi para penghuninya.

3. Strategi open house
Strategi open house bisa dilakukan untuk menciptakan kepercayaan kepada konsumen. Konsumen properti umumnya tertarik mengunjungi langsung lokasi hunian yang ditawarkan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membeli produk tersebut.



4. Pasarkan secara online
Saat ini, bisnis properti online mulai banyak peminatnya. Anda dapat menginformasikan produk Anda,  memasang iklan baris ataupun banner di portal properti, berbagi informasi mengenai perkembangan bisnis properti di forum-forum online.

Pada saat ini pemasaran online banyak dilakukan karena hampir semua orang melakukan pencarian properti via online, kendati dalam transaksi masih menggunakan cara konvensional.

5. Jam layanan yang fleksibel
Atur waktu transaksi yang fleksibel kepada para peminat properti Anda, karena bisa saja mereka tak memiliki banyak waktu senggang. Dahulukan kepentingan calon pembeli dengan bersedia melakukan transaksi kapan saja.

“Mulailah melakukan ke lima strategi pemasaran properti ini untuk mengembangkan serta memajukan bisnis properti Anda. Semoga berhasil,” pungkas Tung.

Senin, 27 Juni 2016

Jual Rumah dengan Memperhatikan Fengsui


Menjual rumah seringkali dilakukan tanpa persiapan apapun, padahal ilmu fengshui mengajarkan cara tersendiri jika Anda ingin menjual suatu properti.
Tidak banyak yang menerapkan teknik penjualan ala fengshui. Padahal teknik tersebut mampu membuat proses jual beli dapat berlangsung lebih cepat.
Ilmu fengshui tidak selamanya mengajarkan tentang tata letak atau cara memperoleh energi positif dari suatu kondisi rumah. Ilmu fengshui sebenarnya bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari, termasuk saat melakukan proses jual beli rumah Anda. 
Terdapat tiga hal penting yang perlu Anda lakukan jika ingin menerapkan teknik fengshui saat menjual rumah Anda. Apa saja hal tersebut?

1.Menempatkan Diri Sebagai PembeliPanca indera adalah hal yang penting dalam ilmu fengshui, termasuk saat Anda ingin menjual rumah kesayangan Anda. Gunakanlah panca indera Anda untuk menempatkan diri sebagai seorang pembeli, terutama mata. 

Pandanglah ke sekeliling rumah Anda dan perhatikan area-area yang kurang sedap dipandang mata. Jika ada sesuatu yang kurang menarik seperti kebersihan yang tidak terjaga, maka segera atasi hal tersebut.

Posisikan diri Anda sebagai pembeli yang sangat menginginkan kondisi nyaman dan terawat. Dengan begitu Anda dapat menciptakan kondisi rumah yang sesuai dengan keinginan Anda.

Anda perlu membersihkan sudut-sudut rumah dari barang-barang kotor atau bekas yang berserakan guna membuat pemandangan rumah lebih bersahabat. Kondisi barang yang berserakan dipercaya dapat memberikan energi negatif.  Selain itu berikan pengharum ruangan atau wewangian aromaterapi kayu manis atau pinus guna menciptakan kesegaran saat calon pembeli memasuki area dalam rumah Anda. 

2.Perhatikan Pintu, Teras dan Jendela Pastikan pintu dan jendela Anda dalam kondisi bersih dan jangan biarkan debu bertengger di sana. Jika warna pintu atau jendela Anda sudah usang, ada baiknya Anda melakukan pengecatan terlebih dahulu sebelum Anda memasarkan rumah tersebut.

Pastikan juga teras atau halaman depan rumah Anda dalam keadaan bersih dan terawat. Penting untuk membuat suasana hangat di teras seperti menempatkan lampu kuning. Jangan lupa juga untuk menempatkan bunga segar dekat dengan pintu rumah. Sedangkan meja teras dapat Anda letakkan di sebelah sisi kanan pintu rumah.

Jika Anda memiliki papan bertuliskan “rumah dijual”, Anda juga dapat menempatkannya pada sisi kanan pintu rumah guna tetap mempertahankan energi positif. 




3. Perhatikan Kondisi DapurDapur sangat identik dengan segala sesuatu yang kotor seperti sisa makanan ataupun binatang seperti kecoa. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan dapur saat ingin menjual rumah Anda.

Bersihkan dapur dan tempatkan beberapa tanaman hijau serta makanan ringan di dapur. Dapur yang bersih cenderung memberikan kesan sehat dan mampu mengundang energi chi yang berguna bagi rumah Anda. Dengan demikian, pembeli akan semakin cepat menghampiri Anda.