Jumat, 29 Juli 2016

Resep Merancang Taman yang Tahan Lama


Iklim mulai berubah dan alam pun beradaptasi menghadapi perubahannya. Namun, siapkah taman di rumah Anda melakukan hal serupa?
Kontributor Houzz, Benjamin Vogt memberikan panduan yang relatif mudah untuk mendesain taman di halaman rumah Anda. Di mana pun Anda berada, cara Vogt bisa membantu Anda mendapatkan taman yang tampil cantik.

Pertama, minimalkan rumput di halaman rumah Anda. Agar tampil cantik, rumput membutuhkan air dan perawatan yang konstan.
Namun, terlalu banyak air juga tidak serta-merta menyuburkan rumput di halaman. Hujan yang sering turun menyebabkan genangan air dan bahkan banjir membuat perawatan rumput semakin sulit dilakukan.
Ingat, untuk menjaga taman Anda tahan lama, Anda juga perlu yakin akan pendanaannya. Memiliki taman yang rumit perawatannya hanya membuat Anda harus mengeluarkan biaya semakin besar.

Kedua, gunakan tanaman-tanaman yang memang berasal dari daerah Anda. Tanaman semacam ini relatif tahan dengan perubahan iklim yang terjadi di daerah Anda.



Ketiga, jangan hanya menanam berbagai tanaman untuk saat ini. Tanam juga dengan pertimbangan akan masa depan. Vogt mengungkapkan, pohon dan bunga-bungaan yang hanya tahan pada satu lokasi tertentu kemungkinan tidak akan bertahan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

Keempat, pastikan Anda memilih berbagai jenis tanaman. Menurut Vogt, jika Anda memilih berbagai jenis pepohonan dan tanaman perennial, Anda membantu taman Anda sendiri bertahan terhadap hama yang mungkin akan menyerang di amasa depan. Selain itu, Vogt juga menambahkan bahwa memilih berbagai jenis tanaman juga bisa membuat taman Anda tampak unik.

Kelima, teruslah menanam dan teruslah beradaptasi. Vogt menyarankan Anda untuk menggunakan cara-cara ramah lingkungan untuk merawat taman Anda. Cobalah mengumpulkan air hujan untuk menyiram tanaman di taman Anda.


Kemudian, gunakan pupuk kompos dan hindari pupuk kimia. Taman yang kuat bertahan bisa dimulai dari tanah sehat pula.

Tips Agar Rumput Taman Anda Tak Jadi Ilalang


Area halaman rumah akan tampak indah bila ditumbuhi rerumputan. Namun, Anda perlu tenaga ekstra untuk selalu memangkasnya sebelum halaman rumah Anda terlihat seperti kebun ilalang.

Agar rumput di halaman rumah Anda tidak tumbuh begitu cepat, Anda perlu memperlambat proses tumbuhnya rumput tersebut. Caranya mudah, simak berikut ini:

- Larutkan garam ke dalam air dengan perbandingan 2:1.
- Semprotkan cairan air garam tersebut pada rumput yang baru dipangkas.

Nah, kini proses pertumbuhan rumput akan lebih lambat dari sebelumnya. Anda tak perlu lagi sering-sering memangkasnya.


Trik Mudah Hemat Air di Rumah Anda


Cuaca, bahkan musim, kini sudah sulit diprediksi. Tingginya curah hujan di beberapa titik daerah di Indonesia sangat kontras dengan kekeringan yang terjadi di titik-titik lain dalam waktu bersamaan. Sebelum terlambat, tidak ada salahnya menghemat penggunaan air di rumah Anda. Berikut ini beberapa cara menghemat air yang disampaikan oleh Julie Kim, kontributor Houzz, seorang desainer.
Pertama-tama, Kim mengajak Anda mengurangi jumlah air untuk menyiram tanaman. Dia mengutip Perwakilan Departemen Pekerjaan Publik Los Angeles Ria Gonzalez. Menurut Gonzalez, cara paling efektif untuk menghemat penggunaan air di rumah adalah mengurangi frekuensi Anda menyiram tanaman.

Cobalah menyiram tanaman sebelum sinar matahari menerangi seluruh kota. Anda bisa menyiram tanaman di malam hari atau sebelum pukul 6.00 pagi. Selain itu, gunakan air secukupnya.
Strategi ini membuat air yang Anda gunakan untuk menyiram tidak menguap karena terik matahari. Selain itu, menyiram dengan air secukupnya pun membuat tanaman mendapatkan asupan yang cukup, tidak terlalu banyak yang justru menyebabkan kebusukan.

Kedua, periksa adanya kerusakaan atau mampat pada kepala selang dan semprotan air otomatis (water sprinkler). Setelah yakin tidak ada kerusakan, arahkan semprotan langsung ke tanaman. Hindari mengarahkan ke teras atau area parkir. Cukup arahkan pada bagian yang penting.



Ketiga, periksa juga kerusakan atau kebocoran yang ada pada kamar mandi dan wastafel. Membiarkan kebocoran kecil hanya menunda dan menumpuk masalah. Selesaikan masalah-masalah kecil tersebut sesegera mungkin. Kim mengungkapkan, kebocoran pada toilet bisa berujung pada terbuangnya 757 liter air per hari.

Keempat, gunakan alat-alat hemat air. Sekarang ini sudah tersedia mesin cuci hemat air, kepala selang dan water sprinkler hemat air, serta kendali cerdas irigasi untuk tanaman di kebun Anda. Gunakan alat-alat ini untuk menghemat penggunaan air.

Kelima, tukar tanaman di pekarangan Anda dengan tanaman-tanaman yang hanya sedikit membutuhkan air.

Inilah Tanaman yang Tak Repot Perawatannya


Tanaman memiliki fungsi yang penting dalam sebuah hunian. Tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi tanaman juga bisa menjadi hiasan.

Namun untuk menjaga tanaman tetapi hidup, perlu penanganan khusus. Tidak heran bila tanaman yang sudah dibeli khusus, namun bisa mati karena perawatannya tidak tepat.

Bagi penghuni yang ingin interior rumahnya tetap terlihat "hijau" tetapi tidak mau repot mengurusnya, bisa kok. Dengan catatan, tanaman yang dipilih harus tepat penempatannya.
Apa saja tanaman yang perawatannya tidak pakai repot? Berikut ulasannya.

Golden pothos vine (Epipremnum pinnatum 'aureum')
Tanaman yang satu ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan bagi pemilik rumah yang tidak punya banyak waktu. Sebab, tanaman rambat ini bisa bertahan dengan pengairan yang relatif sedikit. Bahkan bisa tanaman berdaun hijau kekuningan ini bisa tumbuh sangat lebat dengan perawatan yang minim.

Pider (Chlorophytum)
Tanaman berdaun melengkung ini bisa dengan mudah hidup di pot. Tanaman ini cepat tumbuh dan tidak terlalu sensitif atas air, cahaya dan suhu.

Lidah Mertua (S. trifasciata laurentii)
Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat, antara lain mengurangi radiasi komputer. Soal penyiraman, si Lidah Mertua tidak membutuhkan banyak air. Asalkan tanaman ini diberi pencahayaan matahari yang lebih.




Dracaena
Tanaman yang satu ini memiliki banyak spesies. Tanaman ini dengan mudah tumbuh, tanpa membutuhkan penyiraman secara konsisten. Jika sudah tumbuh lebat, tanaman ini juga dengan mudah dipisahkan untuk ditanam kembali.

Bromeliads
Tanaman ini sangat cantik untuk dipajang di rumah. Karena coraknya yang berwarna terang. Cukup letakkan di tempat yang terkena sinar matahari dan sesekali diberi penyiraman.

Kaktus
Pohon kaktus juga terkenal dengan perawatan yang minim. Saat ini, kaktus pun sudah banyak dijual bebas. Jangan diberi air yang banyak, untuk jenis kaktus tertentu justru bisa mati bila terlalu banyak air.

Cara Agar Hunian Anda Lebih Ramah Lingkungan


Membangun hunian baru merupakan saat yang tepat untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan ke dalam tempat tinggal Anda. Sebuah hunian yang hijau dan ramah lingkungan akan membuat Anda lebih betah dan membuatnya lebih laku jika akan Anda jual kelak. Biaya perawatan hunian ramah lingkungan biasanya juga lebih murah dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa cara yang Anda bisa lakukan agar hunian kesayangan Anda makin ramah lingkungan.

Perbaiki jendela dan pintu
Perbaiki jendela dan pintu yang bocor jika Anda menggunakan pendingin udara di rumah. Dengan memberikan penyekatan yang lebih baik di celah pintu dan jendela, Anda bisa menghemat energi.

Pasang kipas angin
Daripada memasang AC, Anda bisa menggunakan kipas angin, karena jejak karbon Anda akan lebih minimal. Harga kipas angin juga lebih murah daripada AC. Dan biaya operasional dan perawatannya juga lebih rendah.

Gunakan lampu hemat energi
Lampu fluorescent akan menghabiskan energi lebih sedikit dan jangka penggunaannya lebih lama daripada lampu model lama. Meski mahal, dalam jangka panjang konsumsi energi Anda akan lebih sedikit, dan biayanya malah lebih murah.

Tanam pohon di rumah
Lansekap yang baik penting artinya agar rumah lebih bersahabat dengan alam. Pohon dan semak yang lebat akan menyejukkan hawa di rumah Anda, sehingga penggunaan AC atau kipas angin bisa dikurangi di hari yang gerah.

Gunakan peralatan RT yang hemat energi
Carilah peralatan RT yang berlabel “Energy Star”, yang artinya adalah alat tersebut mengkonsumsi energi lebih sedikit daripada jenis lain yang tidak memiliki label itu. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan alat RT ini juga lebih rendah.



Buat ventilasi yang lancar
Di negeri tropis ini, sering hawa panas menjadi musuh utama kita. Namun, sebenarnya tidak diperlukan AC atau kipas angin jika Anda sudah memiliki ventilasi yang berfungsi lancar. Pertinggi atap dan langit-langit rumah dan perluas ruang tamu atau keluarga tempat banyak orang berkumpul karena sirkulasi akan lebih lancar.

Beralih ke sumber energi terbarukan
Alih-alih hanya bergantung pada sumber energi fosil seperti BBM dan batubara, cobalah perlahan-lahan berpindah ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan seperti tenaga sinar matahari, tenaga air atau angin jika di lingkungan sekitar Anda banyak potensi tenaga tersebut.

Selalu rawat dan perbarui sistem pendingin hunian
Entah itu kipas angin, AC, atau ventilasi, jangan abaikan perawatannya. Semua yang tidak terawat akan berfungsi kurang maksimal.

Kamis, 28 Juli 2016

Sepuluh Kesalahan Saat Jual Rumah


Pada saat Anda berencana menjual rumah dengan tujuan untuk pindah ke rumah baru, memutuskan menjual rumah lama bisa menjadi langkah yang tepat. Sebab, dengan menjual rumah lama, membuka kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan.

Meski demikian, tak selamanya menjual rumah akan mendatangkan keuntungan. Salah melangkah, bisa-bisa penyesalan yang Anda dapatkan. Agar proses penjualan rumah Anda berakhir bahagia, simak 10 kesalahan saat menjual rumah, yang sudah dilansir dari laman Okezone.

1. Menjual rumah sebelum mengetahui kebutuhan Anda sesungguhnya
Kesalahan pertama pada saat menjual rumah adalah belum sepenuhnya mengetahui mengapa Anda harus menjual rumah lama. Kondisi ini kerap terjadi. Terutama apabila Anda sudah memiliki rumah baru yang jauh lebih baik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk ruma lama.

Tergiur karena keuntungan yang bisa diraih juga bisa menjadi pemicu sesaat untuk memutuskan menjual rumah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda diskusikan dengan seluruh keluarga. Tanyakan apakah mereka setuju atau tidak.

Jika masih bingung juga, Anda bisa menggunakan analisis S.W.O.T (Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oportunity (peluang), Threat (ancaman)), yang poin-poinnya berasal dari pendapat seluruh anggota keluarga. Nanti, apabila kekuatan dan peluang terlihat lebih banyak, itu tandanya Anda sudah siap untuk menjual rumah.

2. Buta terhadap pasar perumahan
Sebaiknya, sebelum menjual rumah, Anda memiliki data perkembangan statistik di sekitar perumahan itu. Ketahui apakah perumahan berada di kawasan favorit atau bukan. kemudian, ketahui pula harga pasaran hunian di kawasan Anda.

Lebih detail lagi, ketahui informasi perkembangan harga hunian di kawasan Anda dalam 6 bulan hingga 1 tahun terakhir.

3. Memutuskan menjual rumah tanpa perantara tanpa melakukan riset dahulu
Jika Anda memutuskan untuk menjual rumah secara mandiri atau tidak menggunakan jasa agen penjualan, jangan pernah sekali-kali Anda langsung menjual tanpa riset mendalam.

Anda harus tahu langkah-langkah menjual rumah, aturan-aturan hukumnya, dan lain sebagainya. Hal ini penting agar transaksi tidak bermasalah di kemudian hari.

Selain itu, ketahui juga cara mempresentasikan rumah terhadap calon pembeli. Ini adalah keahlian agen properti yang mungkin tidak Anda miliki.

4. Tidak percaya dengan insting Anda sendiri
Apabila Anda memutuskan untuk menggunakan jasa agen properti, satu hal yang jangan pernah Anda lakukan adalah mengacuhkan insting Anda sendiri. Faktanya, Anda lebih paham mengenai seluk beluk sejarah rumah Anda dibandingkan agen properti.

Agen properti biasanya hanya membantu Anda dalam mempertimbangkan keputusan memberikan harga jual, perbandingan harga jual antara rumah Anda dan rumah orang lain, dan bagaimana memasarkan rumah. Sebaiknya, Anda juga harus memiliki sikap, terutama dalam menentukan target market.


5. Menyewa jasa agen berdasarkan kedekatan personal
Menyewa jasa agen karena kedekatan personal terlihat menguntungkan karena mungkin akan fleksibel dan menguntungkan. Namun, perlu Anda ketahui, ternyata memilih agen properti karena kedekatan personal juga bisa malah merugikan.

Misalnya, saat Anda dan agen tersebut mengalami perbedaan keputusan, Anda menjadi tidak enak berbantahan sehingga akhirnya Anda mengalah, padahal Anda tahu bahwa keputusan tersebut kurang menguntungkan.

Sebaiknya, Anda harus jeli memilih agent yang memiliki reputasi yang baik selama mereka menjualkan properti merekan.

6. Sesuka hati menentukan harga rumah
Pada saat berencana menjual rumah, proses menentukan harga terbilang susah-susah gampang. Seseorang terkadang menentukan harga rumah berdasarkan keuntungan yang ingin diraup, padahal harga pasaran rumah tersebut lebih rendah dari harga yang ia tentukan. Hal ini tentu saja akan membuat rumah tersebut susah terjual.

Ingat, yang ingin mendapat keuntungan finansial bukan Anda saja. Pembeli juga ingin mendapatkan rumah dengan harga yang ringan di kantong. Jika Anda memasang harga terlalu tinggi, calon pembeli bisa pergi begitu saja. Jadi, bersikaplah profesional saat menentukan harga.

7. Pertimbangkan desain interior dengan tetangga sekitar
Rumah yang memiliki desain interior menarik tentu memiliki harga yang tinggi. Tetapi, bila desain interior rumah Anda terlalu berlebihan dibandingkan rumah sekitar, mungkin Anda tidak terlalu mendapatkan keuntungan bisa mengembalikan modal renovasi rumah Anda. Melakukan renovasi rumah tidak sama dengan menaikkan harga yang Anda inginkan.

8. Membiarkan emosi Anda lebih dominan saat bernegosiasi dengan calon pembeli
Selanjutnya adalah, jangan biarkan emosi Anda lebih dominan dibandingkan akal sehat ketika sedang benegosiasi harga dengan calon pembeli. Siapkan mental Anda. Apabila Anda ingin negosiasi Anda berhasil baca juga artikel tips agar negosiasi berhasil.

9. Mencoba menutupi permasalahan pada rumah di masa lalu
Memaparkan kondisi rumah pada calon pembeli adalah kunci dari keberhasilan persuasi Anda untuk mendapatkan keuntungan. Karena fungsinya yang terbilang vital, oleh sebab itu sebaiknya Anda tidak menutup-nutupi kondisi kekurangan yang belum bisa Anda atasi sebelumnya. Misalnya, kualitas air atau kondisi selokan yang mudah tergenang bila musim hujan tiba.

Pertimbangkan ini: calon pembeli mungkin saja melakukan riset sebelum mengunjungi rumah Anda. Jika tahu Anda berbohong, minat mereka untuk melanjutkan negosiasi bisa langsung hilang.

Jadi hindari kebohongan pada calon pembeli mengenai semua kondisi yang dialami oleh rumah Anda sebelumnya. Sebab, dengan kejujuran, ini akan menambah kepercayaan dari calon pembeli terhadap Anda.

10. Mencoba menjual rumah sebelum kondisi fisik rumah siap
Kesalahan terakhir adalah banyak orang yang menjual rumah dalam kondisi seadanya. Beberapa penjual menjual rumah yang tak pernah mereka huni tanpa persiapan apapun. Ilalang dibiarkan tumbuh liar, debu-debu dibiarkan menebal, serta cat yang mengelupas.

Hal ini bisa membuat calon pembeli kehilangan selera. Apalagi bila di sekitar Anda juga ada rumah lain yang dijual dengan kondisi lebih baik.

Jika Anda bersikeras untuk menjualnya dalam kondisi demikian, ada baiknya Anda menawarkan di bawah harga pasaran. Tidak mau kan?

Tips Jual Rumah Cepat Secara Online


Jual rumah secara online merupakan hal yang wajib kita coba khusunya jika anda seorang agen jual beli rumah, atau pemilik properti yang ingin menjual rumah dengan cepat.

Di era yang serba online, hampir semua orang memanfaatkan teknologi internet, Internet merupakan pasar yang luas dan potensial untuk menjual apa saja. Selama produk yang anda jual bermanfaat dan di cari orang, selama itu juga produk tersebut bisa dan layak di jual secara online.

Berikut Tips jual rumah secara online yang dapat anda coba, dilansir dari usaha properti.

1. Beriklan di situs jual beli properti
Menjual secara online, tujuan utama kita adalah mencari calon pembeli sebanyak mungkin agar potensi mendapatkan buyer semakin tinggi.

Agar rumah di jual dapat di lihat banyak orang, maka kita perlu membuat iklan di situs atau blog popular.

Untuk membuat iklan, siapkan gambar rumah yang akan di jual dengan view terbaik, buat iklan dengan kata-kata yang memancing pembeli, dan jangan lupa tinggalkan informasi kontak anda dengan lengkap agar calon pembeli dapat menghubungi dengan mudah.



2. Sharing di media sosial
Iklan yang anda pasang di berbagai situs, dapat anda sharing ke media sosial seperti facebook atau twitter, tujuannya tak lain, untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli.

3. Beriklan di situs/blog niche properti yang memiliki trafik tinggi
Selain beriklan di situs ternama seperti di sebutkan diatas, selanjutnya anda juga bisa beriklan di blog yang khusus mengulas properti namun memiliki pengunjung tinggi dan tertarget.

4. Pasang iklan di komunitas online anda
Memasang iklan tidak selamanya harus di situs besar. BBM, WhatsApp, Wechat dan aplikasi lainnya juga bisa anda manfaatkan, khususnya jika anda sudah memiliki komunitas di dalamnya.